Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Infinix Mulai Gila!! Apakah Pasukan Xiaomi Dapat Dikalahkan?


Kalau membicarakan ponsel "Spek Gila Harga Murah" pasti pikiran kamu akan melayang ke Xiaomi, ya ga salah juga sih produk yang satu itu memang di semua segment ada mau entry level, mid-range sampai flagship dilibas dengan harga ramah dikantong.

Tapi kalau mau bicara entry level sebenarnya Xiaomi kalah telak dengan ponsel yang namanya mungkin jarang orang dengar tapi builtnya bisa dibilang lumayan, dialah Infinix salah satu kuda hitam yang bisa membuat perhatian anak muda yang ingin ponsel tampilan keren, harga murah spek gaming di kelas chipset mediatek, walau ada yang memakai chipset Snapdragon 750G tapi belum rilis di Indonesia yaitu Infinix Hot 11 Pro.


Namun biasalah kenapa ponsel ini kalah kelas dari Xiaomi? Perjuangan Xiaomi perlu waktu tahunan untuk meruntuhkan dominasi BBK grup dan juga Samsung, sedangkan Infinix agak berat karena langsung berhadapan dengan Xiaomi di segment yang sama.

Maka fitur yang dijual Infinix adalah batere besar rata-rata di atas 4000 Mah, spek gaming, dan juga tampilan terkesan premium. Namun biasalah di Indonesia ponsel baru memang berat meraih pasar, karena banyak kaum mendang mending sering berkata “barang buatan negara ini bagus, sedangkan barang buatan negara ini jelek”, padahal kita tahu saat ini kualitas produk ponsel hampir setara.



Apakah Infinix ini produksi China? Agak rumit tapi kita akan ulas sedikit masalah ini, markas besar dari Infinix ini berada di Hongkong dari tahun 2013. Perlu di ingat Hongkong memang menjadi bagian dari China karena Inggris telah menyerahkannya ke China pada tahun 1997. Namun Hongkong, bisa dibilang sebagai wilayah khusus di China, dengan mata uang, sistem hukum, dan kebebasan sipilnya sendiri, yang tidak tersedia di sebagian besar wilayah China lainnya.

Terkadang ada yang bilang Hongkong bukan China, namun secara fakta Hongkong sudah menjadi bagian dari China jadi silahkan tinggal kamu memilih made in Hongkong atau China toh tidak terpengaruh dengan kualitas ponsel yang mereka tawarkan, karena yang uniknya pusat R&D (riset dan pengembangan) Infinix berada di Perancis dan Korea.


Sekedar info juga nih untuk ponsel yang di jual khusus Indonesia harus memenuhi regulasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), maka tak heran di dusnya juga ada keterangan Dibuat di Indonesia (Made in Indonesia).

Jadi karena sudah lulus TKDN, Infinix sudah menghiasi pasar Indonesia beberapa tahun terakhir ini. Semakin lama design, fitur, layar lebar bahkan mereka menggandeng game mobile legend, itu tentu menjadi nilai plus dari Infinix mulai dilirik anak muda dengan budget terbatas.


Disini nampaknya Xiaomi tak boleh anggap remeh kekuatan dari Infinix, mereka yang biasanya memakai chipset mediatek untuk menekan harga sudah mulai main-main dengan chipset Snapdragon untuk menambah daya gedor soal performa.

Terbukti Infinix Note 8, pada tahun 2020 dengan chipset mediatek G80 sanggup menggoyang kedudukan Xiaomi.



Bermain di level harga Rp 1-3 jutaan membuat ponsel ini terbilang aman bermain di level bawah. Walau saat ini pasukan Xiaomi masih kuat karena sudah banyak fans nya, tapi bisa saja lengah sedikit bisa kena libas oleh Infinix yang mempunyai fitur menarik yang mereka sematkan tentu dengan harga yang murah.

Terlebih saat ini rilis di Indonesia Infinix Hot 10s yang bikin ponsel harga miring ketar-ketir, termasuk Realme Narzo 30a harus waspada karena punya spek yang serupa yaitu mediatek G85.

Lantas bagaimana dengan BBK grup? Agak pusing melihat pasukan Oppo, Vivo dan Realme yang harganya mulai bikin kantong bolong, tapi spek yang ditampilkan serasa kurang menggigit kecuali di ranah kamera. Mungkin mereka sudah beralih menjual kamera digital dengan bonus bisa buat telekomunikasi dan internetan hehehe...

Posting Komentar untuk "Infinix Mulai Gila!! Apakah Pasukan Xiaomi Dapat Dikalahkan?"