Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memperbaiki Error Timeout Detection and Recovery Driver AMD di Komputer Windows

 


Masalah respons dari graphics card dapat mencegah system operasi menerima sinyal atau input dalam jangka waktu tertentu. Masalah ini disebut sebagai Timeout Detection and Recovery (TDR). Ketika terjadi error Timeout Detection and Recovery, system menampilkan pesan yang mungkin mereferensikan salah satu file berikut: ATIKMDAG.sys, ATI2DVAG.sys, ATI2CQAG.dll, ATIVPK.sys, AMD2DVAG.sys, AMDKMDAG.sys, AMDVPK.sys.


Pada artikel ini, saya akan membahas mengenai apa yang mungkin menjadi penyebab masalah ini dan langkah pemecahan masalah yang harus diambil untuk mencegah terjadinya error ini terulang kembali.




Memperbaiki Error Timeout Detection and Recovery Driver AMD


Jika anda baru saja menginstall system operasi, game 3D atau aplikasi baru, kemungkinan anda pernah menemukan driver AMD. Perusahaannya, Advanced Micro Devices membuat driver yang memiliki reputasi baik, tahan lama dan memiliki efisiensi yang sesuai dengan kepuasan pengguna. Pada beberapa kesempatan, beberapa masalah yang tidak diketahui dapat menyebabkan Timeout Detection and Recovery. Jadi, terus ikuti artikel ini untuk langkah pemecahan masalah apa yang harus anda ambil untuk memperbaikinya secara permanen.


Biasanya, ketika OS gagal merespon dari graphics card dalam jangka waktu tertentu (standarnya adalah 2 detik), system operasi akan mereset graphics card. Ini memecahkan masalah tetapi terkadang, update aplikasi atau game Windows yang hilang, registry Windows atau file system yang rusak, masalah driver graphic yang rusak, overclocking yang tidak stabil dan kepanasan dan masalah hardware yang salah dapat berubah menjadi error Timeout Detection and Recovery. Jadi, lakukan hal berikut untuk memperbaikinya.



1. Tetap Update System Operasi


Penting untuk selalu mengupdate system anda karena update software biasanya mencakup perbaikan untuk masalah yang diketahui serta pengoptimalan untuk hardware yang didukung. Juga, periksa apakah ada update yang direkomendasikan dan update penting yang tersedia untuk system operasi Windows anda.



2. Gunakan System File Checker untuk Memperbaiki File System yang Hilang atau Rusak


Seiring berjalannya waktu, performa/kinerja system operasi anda terhambat oleh entri registry yang merupakan sisa-sisa dari aplikasi pihak ketiga yang dihapus atau konflik versi file system. Untuk menghapusnya, gunakan tools System File Checker (SFC). Utilitas ini memungkinkan pengguna untuk menscan dan memulihkan file system Windows yang rusak.



3. Gunakan Utilitas AMD Cleanup


Sebagai alternatif dari metode di atas, anda dapat mendownload dan menjalankan utilitas AMD Cleanup. Ini akan menscan secara menyeluruh untuk menghapus file driver AMD, registry dan penyimpanan driver yang diinstall sebelumnya dari system yang menjalankan Microsoft Windows 7 dan system operasi yang lebih baru. Situs AMD support merekomendasikan metode ini harus digunakan ketika anda gagal atau terbukti tidak berhasil melakukan prosedur uninstall secara normal menggunakan opsi Programs and Features di Control Panel Windows.




4. Ganti Hardware yang Rusak


Seiring waktu, karena keausan dalam penggunaan normal, hardware dapat mulai berperilaku salah dan menjadi tidak kompatibel, terutama jika tidak dirancang untuk bekerja dengan perangkat tertentu. Dengan demikian ini dapat menjadi sumber yang memungkinkan terjadinya error Timeout Detection and Recovery. Untuk menjaganya tetap terkendali, anda harus memeriksanya untuk memastikan bahwa CPU, graphics card, memory, penyimpanan, power supply dan lainnya telah memenuhi syarat untuk motherboard dan versi BIOS anda.


Lihat daftar vendor hardware yang memenuhi syarat (QVL) motherboard. Itu dapat ditemukan di website produsen motherboard anda. Selain itu, periksa apakah power supply (PSU) memenuhi persyaratan graphics card dan kabel PSU tersambung dengan benar ke graphics card. Coba pasang ulang graphics card ke dalam slot PCIe dan jika memungkinkan, ujilah di slot atau system PCIe yang berbeda (jika tersedia).



5. Overclocking dan Overheating yang Tidak Stabil


Telah ditemukan error Timeout Detection and Recovery ini dapat dipicu dari overclocking yang tidak stabil dan CPU, graphics card, dan/atau memory system yang kepanasan. Jika komponen system ini di-overclock secara manual, maka reset ke pengaturan default pabrik dan periksa apakah error Timeout Detection and Recovery tetap ada. Anda mungkin perlu mereset pengaturan di BIOS, melalui utilitas overclocking atau dalam menu graphics card. Anda juga dapat menurunkan suhu CPU yang tinggi jika perlu.



Semoga metode diatas dapat membantu anda! Anda kemudian dapat membaca artikel saya lainnya tentang cara clean install driver graphics card pada Windows atau memperbaiki freezing Windows saat install driver graphics.


Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat dan membantu anda dalam memperbaiki error Timeout Detection and Recovery Driver AMD di komputer Windows 10 atau Windows 11 anda. Jangan lupa tinggalkan komentar anda dibawah ini untuk berbagi pemikiran serta pengalaman anda dalam mengikuti tutorial ini. Terimakasih dan GBU. BERSATU LAWAN COVID-19!!



Posting Komentar untuk "Memperbaiki Error Timeout Detection and Recovery Driver AMD di Komputer Windows"