Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memperbaiki Komputer Windows Tidak Bisa Booting Setelah Mengaktifkan Secure Boot

 


Microsoft telah membuat Windows 11 tersedia untuk semua pengguna. Pengguna Windows 10 dapat mengupgrade komputer mereka ke Windows 11 secara gratis, asalkan komputer mereka memenuhi persyaratan hardware. Salah satu persyaratan hardware ini adalah firmware system anda harus mampu Secure Boot. Oleh karena itu, jika anda akan mengupgrade system operasi Windows 10 anda ke Windows 11, anda harus mengaktifkan Secure Boot.


Namun, beberapa pengguna mengeluh bahwa komputer mereka tidak bisa booting setelah mengaktifkan Secure Boot. Pada artikel ini, saya akan memberikan beberapa solusi yang dapat membantu anda memperbaiki masalah ini.



Apa itu Secure Boot?


Secure Boot adalah fitur UEFI (Unified Extensible Firmware Interface) yang memastikan bahwa perangkat menggunakan software startup yang hanya dikembangkan oleh OEM (Original Equipment Manufacturer). Dengan demikian, Secure Boot melindungi perangkat agar tidak dikendalikan oleh malware atau software tidak sah lainnya selama proses booting. Ketika kita memulai komputer kita, firmware memvalidasi digital signature dari software boot. Jika digital signature ditemukan valid atau sah, maka firmware memberikan kontrol ke OS.


Jika kita membandingkan UEFI dengan Legacy BIOS, fitur Secure Boot tidak tersedia pada Legacy BIOS. Faktor lain yang bergantung pada Secure Boot adalah jenis partisi drive. Beberapa dari anda mungkin tahu bahwa ada dua jenis format yang digunakan untuk menentukan partisi drive yaitu MBR dan GPT. Baik MBR dan GPT berisi informasi tentang awal dan akhir partisi pada disk fisik. Informasi ini memungkinkan system operasi mengetahui partisi mana pada hard disk yang dapat di-boot.



Memperbaiki Komputer Windows Tidak Bisa Booting Setelah Mengaktifkan Secure Boot


Apakah komputer Windows anda tidak bisa booting setelah anda mengaktifkan Secure Boot? Jika ya, maka beberapa solusi berikut dapat membantu anda memperbaikinya. Mari kita lihat cara melakukan perbaikan dengan metode dibawah ini.



1. Periksa Format File yang Digunakan untuk Menentukan Partisi Drive Anda


Jika komputer anda tidak bisa booting setelah mengaktifkan mode Secure Boot, maka hal pertama yang harus anda lakukan adalah memeriksa apakah drive anda dipartisi dengan menggunakan format GPT atau MBR. Anda dapat memeriksa ini di Disk Management. Langkah-langkah berikut akan membantu anda memeriksanya.

  • Klik kanan pada Start Menu atau tekan tombol Win + X dan pilih Disk Manajemen.
  • Sekarang, klik kanan pada hard disk anda dan pilih Properties. Ingat, anda harus membuka properties hard disk anda (Disk 0/1/2/...) dan bukan dari partisi disk (C/D/E/...).
  • Di jendela Properties, alihkan ke tab Volumes. Disana, anda akan melihat Partition style hard disk anda.




Setelah mengkonvert dari MBR menjadi GPT, aktifkan Secure Boot dan booting PC anda kembali. Ini harusnya bekerja.



2. Putuskan Sambungan Hard Disk Eksternal dan Perangkat Penyimpanan Lainnya


Jika anda telah menghubungkan hard disk eksternal atau perangkat penyimpanan lainnya ke komputer anda, anda harus memutuskan sambungannya dari PC anda kemudian booting PC anda kembali. Lihat apakah itu membantu menyelesaikan masalah.



3. Boot Komputer Anda dari File bootx64.efi atau File bootia32.efi Secara Manual


Beberapa pengguna mengatakan bahwa masalah dapat diperbaiki setelah mereka mem-boot komputer mereka secara manual dari file bootx64.efi. File dengan ekstensi EFI adalah boot loader. Dalam kebanyakan kasus, file-file ini terletak di partisi system tertentu. Partisi system ini tidak memiliki drive letter dan biasanya tersembunyi. Jika anda memiliki system berbasis UEFI, anda dapat menemukan file EFI yang terletak di lokasi berikut di bawah Windows Boot Manager.


\efi\boot\bootx64.efi
\efi\boot\bootia32.efi

Jika anda memiliki OS Windows versi 64-bit, anda akan melihat file bootx64.efi pada firmware anda. Di sisi lain, pengguna OS Windows 32-bit akan menemukan file bootia32.efi pada firmware mereka. Cobalah untuk mem-boot komputer anda secara manual dari file bootx64.efi atau file bootia32.efi dan lihat apakah itu berfungsi.

Untuk mem-boot komputer anda secara manual dari file EFI, anda harus masuk ke opsi boot di BIOS. Disana, anda akan menemukan semua opsi boot yang tersedia di komputer anda. Tombol untuk masuk ke menu opsi boot berbeda untuk merek komputer yang berbeda. Oleh karena itu, anda harus mengacu pada panduan pengguna anda. Lihat apakah file bootx64.efi atau bootia32.efi tersedia disana. Jika ya, boot komputer anda dari file tersebut.



Secure Boot adalah standar keamanan yang memastikan komputer anda hanya menggunakan software dari OEM (Original Equipment Manufacturers) dengan memvalidasi digital signature pada saat startup. Ini menghindari risiko dibajak oleh malware atau software tidak sah lainnya pada saat startup. Oleh karena itu, dengan mengaktifkan Secure Boot, anda akan meningkatkan keamanan perangkat anda selain agar anda dapat menginstall Windows 11.

Namun jika anda tidak dapat booting setelah mengaktifkannya, maka anda sekarang tahu apa yang harus anda lakukan.

Semoga artikel ini membantu anda. Anda juga dapat membaca artikel saya lainnya tentang cara konfigurasi kebijakan Driver Boot-Start Anti-Malware di Windows 10/11 atau cara install Unsigned Driver yang benar di Windows 10/11.

Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat dan membantu anda dalam memperbaiki komputer Windows tidak bisa booting setelah mengaktifkan Secure Boot. Jangan lupa tinggalkan komentar anda dibawah ini untuk berbagi pemikiran serta pengalaman anda dalam mengikuti tutorial ini. Terimakasih dan GBU. BERSATU LAWAN COVID-19!!


Posting Komentar untuk "Memperbaiki Komputer Windows Tidak Bisa Booting Setelah Mengaktifkan Secure Boot"